Home / berita umum / Layar Tulisan Berjalan di Puskesmas Semarang Ini Buat Heboh Pasien yang Datang

Layar Tulisan Berjalan di Puskesmas Semarang Ini Buat Heboh Pasien yang Datang

Layar Tulisan Berjalan di Puskesmas Semarang Ini Buat Heboh Pasien yang Datang – Monitor tulisan berjalan di Puskesmas Srondol, Semarang, membuat ramai pasien yang hadir. Monitor itu diretas serta muncul tulisan untuk memberi dukungan paslon nomer 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Salah satunya netizen memposting video teks berjalan itu. “hacked by: Sir.Kz0L|-L4EFY-| Ha Ha in Your Sistem :v Pilih No. 2 PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO,” demikian bunyi penggalan teks yang berjalan. Tulisan bersambung dengan pesan lainnya diantaranya ajak unsubscribe Atta Halilintar.

Kepala Puskesmas, Muhammad Hidayanto, menjelaskan dianya tahu hal tersebut seputar jam 08.30 WIB. Waktu itu dianya tengah breafing serta mendapatkan info dari karyawannya.

Dia juga ambil aksi cepat dengan minta supaya monitor yang berada di ruangan nantikan itu dimatikan. Hidayanto lalu memberikan laporan ke Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono menjelaskan waktu itu pihaknya menelusuri rekaman CCTV sekurang-kurangnya tahu apa ada peluang aktor diantara pengunjung yang ada.

Diwawancara terpisah, Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jawa Tengah menyatakan tidak ikut serta masalah peretasan teks berjalan atau running text di Puskesmas Srondol Semarang jadi ajakan pilih Prabowo-Sandi. BPN pun menanyakan skema keamanan pada perlengkapan itu.

Jubir BPN Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, menjelaskan pihaknya pun terperanjat berkaitan tindakan hacker di monitor teks berjalan itu. Dia menyatakan belum pernah ada perintah untuk lakukan tindakan itu pada siapa saja.

Dia menyayangkan terdapatnya peretasan di sarana umum itu. Mungkin, menurut Sriyanto, pelakunya ialah pengagum Prabowo yang tidak kerasan dengan pemerintahan sekarang ini.

Pemerintah Kota Semarang belum memberikan laporan momen peretasan monitor teks berjalan di Puskesmas Srondol pada kepolisian. Sekarang ini momen itu masih tetap dipandang seperti kelengahan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menjelaskan pihaknya pun bingung mengapa yang dicari piranti di Puskesmas. Hasil dari klarifikasi, pelakunya tidak dari orang dalam.

Menurut lelaki yang akrab dipanggil Hendi itu, sampai sekarang ini masih tetap belumlah ada ketetapan untuk melanjutkan momen itu pada kepolisian. Menurut dia peristiwa kesempatan ini dipandang kelengahan petugas Puskesmas.

Sedang sebagai Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Hendi menyatakan pihaknya masih tancap gas untuk pemenangan walau sudah sempat ada peristiwa di Puskesmas itu. “Pesan saya masih semangat, kurang 44 hari kembali, gas pol rem blong,” tegasnya.

About admin