Home / berita umum / Pasutri dan Kedua Anaknya Ini Hidup di Tengah Barang Rongsok di Purworejo

Pasutri dan Kedua Anaknya Ini Hidup di Tengah Barang Rongsok di Purworejo

Pasutri dan Kedua Anaknya Ini Hidup di Tengah Barang Rongsok di Purworejo – Pemprov Jateng tengah repot berencana acara Apel Berkebangsaan di Semarang lusa dengan cost Rp 18 miliar. Sedang tidak jauh dari Semarang, ada sekeluarga yang sangat terpaksa hidup di dalam beberapa barang rongsok sebab kemiskinan.

Muka Sutarman (62) masyarakat Dusun Tawangrejo, Desa Keseneng, Kecamatan Purworejo terlihat letih waktu detikcom bertandang ke tempat tinggalnya yang cuma terbuat dari anyaman bambu. Rumah memiliki ukuran 2,5 X 6 mtr. itu terlihat kumuh serta berbau sebab beberapa barang rongsok menggunung di halaman ataupun dalam bilik itu.

Dalam tempat itu, Sutarman hidup bersama dengan istrinya Sutiyem (63) serta ke-2 anaknya Linda Permaisuri (18) dan Handoko Prabowo (14). Untuk bertahan hidup, keluarga itu mesti mengais beberapa barang sisa di jalanan serta dijualnya kembali pada pengepul rongsok.

“Dahulu anak saya enam, tetapi saat ini tinggal dua sebab yang lainnya telah wafat. Sehari-hari kami ya mesti mencari rongsok untuk di jual agar bisa uang untuk hidup,” kata Sutarman waktu didapati tempat tinggalnya, Jumat (15/3/2019).

Sebab ruang yang sangat sempit penuh dengan rongsokan, Sutarman juga sangat terpaksa tidur di luar rumah bersama dengan tumpukan barang rongsok lainnya tiada atap. Sebab tidak miliki dapur, keluarga Sutarman memasak di samping rumah cukup dengan tungku seadanya.

Untuk mengais rongsokan, keluarga itu share pekerjaan. Sutarman pergi kerja dari pagi sampai siang atau sore, setelah itu sang istri meneruskannya sampai tengah malam. Bahkan juga, Linda anak pertamanya juga mesti turut temani ibunya sepulang sekolah untuk menelusuri jalanan di Purworejo untuk memperoleh barang sisa.

“Keliling Purworejo mencari kardus, botol, plastik dan sebagainya. Jika saya umumnya pergi pagi selalu siang kelak gantian istri saya yang mencari rongsok sama Linda sampai malam terkadang pagi hari. Agar dapat sekalian belajar, Linda pun bawa serta buku pelajaran untuk belajar di jalan,” paparnya.

Ke-2 anak Sutarman sendiri masih tetap duduk di bangku kelas 1 SMK serta 2 SMP. Dengan pendapatan yang tidak pasti, untuk memenuhi keperluan keseharian saja masih tetap begitu kurang ditambah lagi untuk cost sekolah. Bersukur, anak-anaknya memperoleh beasiswa hingga masih tetap dapat sekolah serta dikit kurangi beban hidup.

Walau hidup dalam terbatasnya, akan tetapi hal itu tidak akan memutuskan kemauan ke-2 anak Sutarman yang bercita-cita ingin jadi TNI serta dokter.

Selain itu, Samini (53) yang disebut tetangga Sutarman terasa iba serta seringkali memberi pertolongan sedapatnya. Pihak pemerintah desa pun sudah memberi pertolongan berbentuk beras sejahtera (rastra).

“Ya tetangga sini seringkali kasih pertolongan entahlah itu makanan atau apakah ya sedapatnya, soalnya kasihan. Pihak pemerintah desa juga membantu rastra,” tuturnya.

About admin