Home / berita umum / Sepasang Lansia Lumpuh Di Ciamis Dibantu Pemkab

Sepasang Lansia Lumpuh Di Ciamis Dibantu Pemkab

Sepasang Lansia Lumpuh Di Ciamis Dibantu Pemkab – Masih ingat dengan Pasangan lanjut umur, Endi (70) serta Sursih (60)? Kedua-duanya lumpuh sejak mulai 1 tahun paling akhir serta sudah sempat lepas dari perhatian pemerintah. Selanjutnya sekarang mereka mendapatkan perhatian Pemkab Ciamis. Pasangan lanjut umur itu mendapatkan kartu Waluya atau KIS/BPJS Kesehatan vs Pemkab Ciamis.

Dengan kartu Waluya itu, Endi serta Sursih dapat berobat dengan gratis ke RSUD atau tempat yang lain yg jamin BPJS. Agar kedua-duanya dapat pulih serta berjalan seperti yang lalu.

Kartu Waluya dan pemberian yang lain diberikan langsung oleh Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra dibarengi Kepala Dinas Kesehatan Engkan Iskandar serta Kepala Dinas Sosial Yeyet. Pemkab Ciamis udah mengatur administrasi kependudukan kedua-duanya yg sudah sempat hilang.

Awal kalinya, kedua-duanya tertera jadi masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg. Sekarang berubah menjadi masyarakat Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg sesuai tempat tinggalnya saat ini.

Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra mengemukakan pemberian berbentuk Kartu Waluya serta pemberian yang lain sudah semestinya dikasihkan. Lantaran jadi pemerintah berkewajiban memperhatikan masyarakatnya terpenting dari ekonomi tak dapat.

“Santunan ini jadi bentuk pertolongan pertama. Kelak dimasukkan program yang lain. Ada program pemberian pangan non tunai (BPNT), pemberdayaan ekonomi dalam rencana pengentasan kemiskinan,” tutur Yana selesai memberi pemberian, Jumat (5/7/2019).

Selain itu, Kepala UPTD Puskesmas Baregbeg Gurlia Bayurini mengatakan buat lanjut umur yg lumpuh ini, menurut dia pasien Sursih miliki kisah sempat terjatuh tetapi tidak mengerjakan penyembuhan kelanjutan. Selesai dibiarkan selanjutnya otot kakinya mengecil serta selanjutnya lumpuh.

“Sesungguhnya dari Puskesmas kerap ada kunjungan kontrol, mantri kerap kesini. Disaat Puskesmas memberi saran ke rumah sakit, memang pasien ini takut,” tutur Gurlia.

Gurlia mengemukakan status dari pasangan lanjut umur ini awalannya merupakan penduduk dapat. Tetapi selesai sakit serta upayanya tak jalan sekarang berubah menjadi tak dapat. Program telah berjalan sampai-sampai tak dapat mengintervensi ditengah-tengah jalan, sampai-sampai belum mendapatkan pemberian kartu agunan kesehatan.

“Saat ini telah mendapatkan Kartu Waluya, kami siap memfasilitasi, memberikan referensi ke rumah sakit. Di rumah sakit pasien dapat dirawat secara baik serta besar impian dapat pulih,” tuturnya.

Selain itu, Eni Herni (45), keponakan Endi, mengucapkan terima kasih pada Pemkab Ciamis serta seluruh pihak yg udah memberi pemberian dan dorongan pada bibi serta pamannya buat pulih. “Terima kasih pada pemerintah serta semua yg udah mendukung, mudah-mudahan amal ibadahnya mendapatkan balasan,” tangkisnya.

Awal kalinya, Eni mengatakan bibi serta pamannya menanggung derita lumpuh beberapa tahun. Tetapi 1 tahun waktu terakhir ini kedua-duanya telah tidak dapat mengerjakan aktivitas.

Eni bercerita, Sursih awalannya oleh dokter didiagnosa alami struk mudah selesai mengerang sakit kaki serta lutut. Sakitnya lalu makin bertambah kronis, nyatanya dia alami pengeroposan tulang. Dan Endi menanggung derita darah tinggi sampai selanjutnya lumpuh. Ditambah saat upaya jual-beli material bangunan dia alami kecelakaan, tubuhnya sudah sempat terjepit tubuh kendaraan.

About penulis77